Selasa, 18 Agustus 2015

Peta Sugio


KECAMATAN SUGIO




































































SKALA  1: 70000



                                        Luas  wilayah Kecamatan Sugio 94,43 Km2 atau 9.443 Ha, terbagi dalam wilayah administratif 21 desa, 87 Dusun, dan 354 RT. Dari  luas  tersebut sebagian besar untuk sawah, selebihnya berupa tegalan, hutan jati, pekarangan dan lain-lain

  1. KEADAAN PENDUD
  2. KEADAAN FISIK DAERAH
  3. UK

Kepadatan penduduk pada  bulan  Agustus  1993 tercatat 53.297 jiwa, dengan kepadatan rata-rata 564 jiwa/Km2. Dari jumlah tersebut 53.256 beragama Islam, 24 beragama Katolik, dan 2 orang beragama hindu. penduduk  yang berpendidikan  SLTP  dan  SLTA tercatat 1.702 orang,  selebihnya  yang  berpendidikan  Perguruan  Tinggi, SD, tidak atau belum bersekolah.

  1. PEMBANGUNAN SEKTORAL

  1. Hasil produksi beras pada Pelita I tercatat 47.504 ton, pada Pelita V menjadi  147.209 ton. Produksi  beras selama lima Pelita seluruhnya tercatat 491.473 ton.
  2. Pembangunan sarana peribadatan pada Pelita V tercatat 89 masjid, 35 langgar/musholla.
  3. Sektor pendidikan keadaan sekolah pada awal Pelita I tercatat 15 SD, 1 SMp, 18 MI, 2 MTs. Pada Pelita V tercatat 22 TK, 39 SD, 5 SMP, 3 SMA, 27 MI, dan 4 Mts.
  4. Jumlah  personel  Hansip  pada  Pelita I  sebanyak  1.566 orang,  pada  Pelita V  menjadi 1.956  orang, 126 diantaranya wanita.

  1. PEMBANGUNAN YANG BERSIFAT TEMPORER

  1. Pembangunan  waduk  Gondang  yang  sepenuhnya  dilaksanakan  oleh  Pemerintah  Pusat, selesai  dan diresmikan oleh Presiden RI pada tahun 1987.
  2. Pembangunan  sarana  Kesehatan  berupa pembangunan  3 gedung  Puskesmas Pembantu dilaksanakan pada Pelia V dengan biaya dari APBD II.
  3. Pembangunan  prasarana  perhubungan  berupa  pembangunan  jalan desa dan jembatan, menelan biaya sebesar Rp. 37,5 juta dari dana Proyek ronggo Hadi dan swadaya masyarakat.
  4. Pembangunan gedung pendopo Kecamatan seluas 196 m2 dilaksanakan pada tahun 1991, menghabiskan biaya sebesar Rp. 22 juta seluruhnya dari swadaya masyarakat.

  1. PRESTASI

Prestasi pembangunan yang pernah diraih antara tahun 1988-1993 ialah 4 kali juara tingkat Propinsi untuk lomba karya  usaha  tani  tanaman  kapas,  dan  Klompencapir, 1 kali  juara  tingkat  Wilayah Kerja Pembantu  Gubernur untuk lomba Insus Pertanian, 9 kali juara tingkat Kabupaten untuk berbagai jenis lomba.

Asal Usul Desa German – Sugio – Lamongan(Jawa)

Desa German panggone ing Kecamatan Sugio,Kabupaten Lamongan,panggone desa German niku wetane Sugio kurang lueh 3,5 km terus neng arah kulon desa German yoiku daerah seng due lemah seng subur,diewangi karo irigasi seng apik mergone duwe waduk desa ,waduk German iso di iseni teko waduk Gondang yen banyune wes sat penduduk’e neng  desa German iso panen peng 3 ing dalem waktu setahun.Penduduk desa German saitik akeh’e gede masyarakate bermutu sakbendinane tani,makane pertanian yoiku andalane pendapatan penduduk ing desa German. Cerito teko cikal bakal desa German diawiti ing onone Kyai Hasyim sing panggone teko Sedayu Lawes,yoiku panggone ing Kecamatan Berondong,yoiku daerah pantura.Kyai Hasyim sing panggone teko Sedayu Lawes ngeleh ing panggon Sugio,yoiku ing desa German,durung termasuk wong seng due ilmu agomo sing dadi pemimpin,ing waktu iku durung mulai ngadek’ake pondok cilik lan nerimo santri terutomo penduduk asli,poro santri di ulangi kanggo njerok’ake agomo islam,suwe tambah sue santrine terus nambah akhire diajak ngedek’ake masjid,masjid jamii German termasuk masjid suiji ing desa German.
Cerito Kyai Hasyim wes sedo,lan ilmune iku mau diwarisno neng santri  seng wes njaluk ilmu teko salah sijine santri seng akhire dadi Kyai seng ngganteni  Kyai Hasyim yoiku Kyai Thoha,sing oleh wong German diarani dadi wong Kyai German seng pertama,saiki kuburane Kyai Hasyim isih ono ing mburine masjid,wong-wong yo podo isih dungo lan njaluk berkah ing kuburan iku.

Fenomena Waduk Gondang Sugio

  Waduk gondang terletak di Desa Gondang Lor dan Desa Deket Agung Kecamatan Sugio, sekitar 19 Km ke arah barat kota Lamongan. Selain fungsi utamanya sebagai tempat irigasi bagi persawahan dan pertambakan masyarakat Lamongan, waduk Godang juga dijadikan sebagai tempat objek wisata.


Ditempat Wisata yang penuh pepohonan ini, juga dilengkapi dengan sarana bermain anak-anak, bumi perkemahan, kebun binatang mini yang dihuni oleh Rusa, Orang Hutan, Kera, burung Garuda, Merak, Ular dan satwa lainnya. Di waduk Gondang juga terdapat perahu wisata, sepeda air yang dapat digunakan untuk mengelilingi waduk sambil menikmati keindahan perbukitan dan pepohonan jati, serta sarana pemancingan bagi mereka yang gemar memancing.

Tidak jauh dari Waduk Gondang terdapat makam Dewi Sekardadu, putri Adipati Blambangan yang diperistri oleh Kanjeng Maulana Iskak.  Oleh masyarakat Gondang dan sekitarnya, Makam Dewi Sekardadu dikenal sebagai Makam Mbok Rondo Gondang sebagai ibu dari Joko Samudro atau Sunan Giri. Makam yang terletak di tepi jalan sebelah timur Waduk Gondang ini ditemukan pada tahun 1911, kemudian dilakukan pemugaran pada tahun 1917.